Rabu, 09 Juli 2014

Cintaku tak berujung part 2

Namaku Maya, umurku 35 thn. Aku sudah berkeluarga dan memiliki 2 anak yang lucu - lucu. Ingatanku hari ini kembali di saat usiaku mencapai 22 thn. Saat itu adalah masa kuliahku.Masa dimana aku menikmati segalanya. Masa dimana aku ditempa menjadi lebih dewasa dari umurku yang seharusnya.

Aku benar-benar bahagia di saat itu. karena aku bisa kuliah dan bekerja part time malam hari nya sebagai waitress di satu restaurant vietnam. Gaji yang ku dapatkan lumayan bisa membantu semua pengeluaranku selama kuliah sehingga Ibu tak perlu terlalu pusing memikirkanku.

Aku bertemu dengan nya saat aku sedang di perpustakaan sekolah mengerjakan tugas. Aku termasuk salah satu mahasiswi miskin yang tak punya komputer sendiri. jadi setiap pulang sekolah, aku akan pakai komputer umum di perpustakaan. Aku sedang chatting dengan temanku melalui ICQ saat tiba-tiba ada pesan masuk dari orang yang tak ku kenal.

Cowok ganteng di Sydney.. itu nama nickname ICQ nya. Kami pun mulai berkenalan. mungkin disebabkan karena kesendirianku dan kesepianku, kami pun bisa lanjut berbincang dan chatting terus tiap harinya sampai selama 6 bulan. Kami tidak pernah bertemu muka karena dia hidup di Sydney dan aku di Melbourne

Suatu malam, bel berbunyi di apartemenku. Saat kubuka pintu, aku surprise dan kaget melihat nya berdiri di pintu apartemenku. Cowok ganteng di Sydney itu datang. tanpa pemberitahuan dan yang benar - benar mengejutkan, aku tak merasa takut ataupun was-was melihatnya.

Awalnya dia bilang dia hanya berlibur 4 hari saja. Dan dia penasaran denganku, karena itu dia rela memebli tiket untuk terbang ke Melbourne untuk bertemu denganku. Kami menghabiskan waktu dengan jalan-jalan, aku membawanya pergi dengan teman-temanku dan aku pun mengaturkan perjalanan city tour untuknya.

Dia menikmati segala acara selama disana. dan di hari ke 4, dia berkata, bolehkah dia tinggal lebih lama untuk lebih mengenalku? Aku hanya berpikir apakah dia jodohku? aku pun berpikir bahwa aku tak mau pulang ke indo lagi. Aku mau tinggal selamanya disana.  Aku pun memutuskan bahwa mungkin inilah jalan terbaik yang harus aku tempuh.

Kami pun menjalani hari-hari dengan bahagia. Bulan demi bulan kami lalui bersama. Dan pada bulan ke 7, Kami mulai mengurus surat-surat pernikahan dan rekening bank bersama. Aku merasa bahagia. Tapi ada bagian dari hatiku yang masih merasa kosong. Aku tak tahu apa dan kenapa aku mulai ragu dan takut semua itu terlalu indah untukku.

Di bulan yang sama pula, aku mendapat kabaar bahwa aku hamil. Aku langsung merasa freak out dan tidak siap untuk semua itu. Aku menjalani konseling bersama dokter kandungan dan pada bulan ke 3, aku mengambil keputusan bahwa aku hars menggugurkannya. Ini semua demi anak itu. Karena aku tahu, masa depan kami tidaklah seindah yang kami bayangkan.

Hatiku terluka dan merasa tak berdaya. Akhirnya bulan berikutnya, aku memutuskan bahwa aku akan pulang ke Jakarta. Aku ingin menjernihkan hati dan pikiranku sementara aku jauh dari nya. Dia bilang akan menyusulku setelah 1 bulan kepulanganku. Sekaligus untuk berkenalan dan meminta izin pada orang tuaku untuk menikahiku.

2 minggu berlalu. dan aku merasa bahwa aku memang harus melepaskannya. Karena aku tahu dia bukan yang terbaik untukku. Dia hanya mencariku di saat-saat tertentu dan selalu menjanjikan akan datang. tapi tak kunjung tiba. Setelah 1 bulan, aku pun menyatakan kepadanya bahwa kita harus berpisah. karena aku tak merasa kami akan berjalan dengan baik.

Dia pun setuju dan akhirnya kami tak berhubungan lagi. Aku pun mulai mencoba menata hidupku lagi. Aku mulai mencari kerja disini.

Another story of my life.. and another chapter that i have been passed..