Jumat, 31 Oktober 2014

Perasaanku

Perasaanku makin tak menentu.. sampai aku pun tak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.. yang aku inginkan ataupun yang aku mimpikan...

Yang aku pelajari selama ini adalah bahwa pernikahan itu adalah sebuah sandiwara.. sebuah kebohongan besar yang makin hari makin bertumpuk.. sebuah drama yang tak akan pernah habisnya..

Kenapa??

Karena dalam pernikahan, kita harus berpura-pura sayang kepada ipar, mertua, dan lain-lain .. walau kadang sayang itu memang ada.. tapi sisanya lebih banyak pura-pura..

Kita harus berpura-pura bahagia.. walaupun hati kita menangis. Hati kita ingin bebas atau remuk redam..
Kita harus berpura-pura menyukai apapun yang dia suka.. berpura-pura untuk menerima apapun yang mereka katakan dan berpura-pura untuk menjadi orang yang baik dan manis..

Berapa lama kita harus bertahan?
Berapa lama kita harus menerima?

Pernikahan tak jauh dengan politik.. segala gerakan kita harus diperhitungkan dengan hati-hati dan cermat. Karena segalanya pasti akan ada kebohongan di baliknya..
Semakin kurasakan, semakin hampa hatiku.. apakah aku bahagia? itu yang selalu terngiang di otakku.. Setiap hari, setiap kegiatan, selalu sama.. aku takut lama-lama aku akan menjadi tidak tertarik terhadap apapun juga.

Jujur sudah kurasakan ke tidak tertarikan lagi terhadap sex , suamiku dan segala rutinitasku... Sudah 3 tahun kurasakan dan setiap hari aku selalu memakai topeng tersenyum seakan tiada beban atau pikiran..

Apa yang harus kulakukan? apakah aku perlu menemui psikiater? apakah aku depresi? apakah aku sudah tidak waras?

Aku takut hal ini yang akan membuatku semakin dalam di lubang yang tergelap dalam hidupku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar